Andi Rachman Bertemu Bakri Pendiri SLB Fajar Amanah Di Perawang, Siak

Andi Suyatno

Bakri Pendiri SLB Cuma Andi Rachman yang Peduli Kaum Difabel dan Disabilitas

Muhammad Bakri, pendiri Sekolah Luar Biasa (SLB) Fajar Amanah di Perawang, Kecamatan Tualang, Siak menyampaikan Arsyadjuliandi Rachman adalah calon gubernur Riau yang paling peduli dengan kaum difabel dan disabilitas di Riau.

“Sejumlah mungkin aku ketemu beliau, aku begitu terkesan dengan sikapnya yang ramah dan santun. Selalu beliau yang mendatangi kita sesudah memberi sambutan,” katanya haru sambil menitikan air mata.

Bakri paling akhir ketemu dengan Andi Rachman kali Cagub nomor 4 yang berpasangan dengan Suyatno menggelar kampanye di Desa Tualang Kecamatan Tualang, Siak.

Pada momen itulah ya mencurahkan kesaksiannya hendak sosok Andi Rachman. Ya percaya, Andi Rachman orangnya amanah dan boleh diyakini.

“Pilih lah beliau bapak ibu supaya software programnya untuk rakyat boleh langsung dilanjutkan. Beliau betul betul amanah,” katanya.

Bakri pastinya berharap Andi Rachman boleh melanjutkan jabatannya di periode kedua sebagai gubernur Riau. Menurutnya di era Andi Rachman lah perhatian Pemerintah Provinsi Riau terhadap kaum difabel dan disabilitas tercurah lebih.

“Atas bimbingan Pemprov Riau, SLB kita terpilihlah sebagai lima paling baik nasional. Kita pun sering diikutsertakan pada bermacam ajang olahraga untuk para penyandang cacat ini,” katanya.

Selain ya sejumlah mungkin menjadi elemen penduduk yang dituntut pendapat DPRD Riau terkait Ranperda untuk kaum Disabilitas. Sumianti, anggota DPRD Provinsi Riau yang ikut pada rombongan kampanye Andi Rachman, mengamini kisah Bakri.

Bakri berharap, Pemprov Riau pun berkomitmen mengeluarkan pergub untuk kaum Disabilitas. Ya berharap, pada pergub itu, nantinya Pemprov Riau berkomitmen menganggarkan 1 persen dari APBD nya untuk kaum Disabilitas dan Difabel.

Menanggapi masalah itu, Andi Rachman menyampaikan pasangan AYO miliki komitmen yang kuat pada memperhatikan kaum disabilitas dan difabel.

“Mereka pastinya perlu campur tangan pemerintah supaya boleh tampil dan berkiprah di tengah penduduk tanpa diskriminasi,” katanya.

Anggaran untuk kaum difabel dan disabilitas di Pemprov Riau selama ini tersebar di sejumlah satuan kerja. Di antaranya dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja.

“Jika besarannya InsyaAllah kami hendak menjalankan sebaik mungkin supaya mereka nyaman bersama kami,” ungkapnya.