DPP Golkar Akan Ambil Langkah Bijak Soal Dinamika di DPD Sijunjung Sumbar

Andi Suyatno

Sumaterazine – Musyarawah Daerah (Musda) ulang DPD Golkar Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) minggu lalu berakhir dengan kegaduhan di Kantor DPD Golkar Sumbar.

Musda ini digelar oleh Ketua DPD Golkar Sumbar Hendra Irwan Rahim untuk mengganti Kepengurusan Arrival Boy di Sijunjung.w

Ketua bidang Media dan Penggalangan Opini DPD Golkar Sumbar Dedi Irawan tidak menampik jika musda ulang yang digelar ini penuh dengan kontroversi. Sebab, kata dia, musda itu tidak mengacu pada AD/ART partai dan mekanisme organisasi.

“Pengusulan musda dilakukan inisiatif pribadi Hendra Irwan Rahim karena tidak pernah dirapatkan dan dibicarakan di tingkat pengurus harian. Tindakan ini membuat perpecahan di tubuh Golkar Sumbar, yang membuat rasa solidaritas kabupaten/kota lain muncul, dengan datangnya ratusan kader ke kantor DPD I,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Dedi menilai bahwa kader mulai kesal dengan gaya kepemimpinan Hendra yang memiliki agenda terselubung untuk kepentingan pribadi dan secara masif menghancurkan partai Golkar di Sumbar. Oleh karena itu, para kader secara spontan melampiaskan kekesalan dengan datang dan merusak kantor Golkar.

Lebih lanjut, Dedi menyayangkan perilaku Hendra Irawan Rahim yang selalu melakukan adu domba antar kader, otoriter dan abuse of power selama memimpin.

“Apalagi saat ini, Golkar sedang berjuang membawa partai kembali bermartabat. Tapi, ketua DPD justru mempermalukan Partai Golkar di Sumbar,” tukasnya.

Atas alasan itu, Dedi meminta kepada DPP Golkar untuk mengambil langkah bijak dengan menonaktifkan Hendra. Menurutnya, hanya dengan begitu akan tercipta suasana kondusif di tubuh Golkar Sumbar,

“Supaya Golkar Sumbar juga bisa menyusun kembali strategi pemenangan partai di Sumbar,” tutup Dedi. [Sumber]