Jokowi Nyaman Dengan Gaya Politik Airlangga Hartarto

Andi Suyatno

Jokowi Nyaman Dengan Gaya Politik Airlangga Hartarto

Peluang Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk mendampingi Joko Widodo alias Jokowi di Pilpres 2019 sangat besar jika Jusuf Kalla tidak bisa maju lagi sebagai calon wakil presiden. Apalagi, sejauh ini Jokowi mengisyaratkan nyaman dengan gaya politik Airlangga Hartarto.

Hal tersebut disampaikan pengamat politik Emrus Sihombing. Dia mengatakan, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur seseorang hanya bisa menjabat dua kali sebagai wakil presiden.

JK yang saat ini menjadi wakil presiden pernah menduduki jabatan yang sama pada periode 2004-2009 dan 2014-2019.

“Kalau JK memang benar dinyatakan tidak boleh maju kembali, saya perkirakan Airlangga berpeluang besar menjadi cawapres mendamping Jokowi,” ujar Emrus di Jakarta, Kamis (15/3).

Pengajar di Universitas Pelita Harapan itu mendasari analisisnya pada sejumlah fakta yang mengemuka. Antara lain, pernyataan Presiden Jokowi saat Airlangga terpilih sebagai ketua umum Golkar. Saat itu, Airlangga menjabat sebagai menteri perindustrian, yang artinya memegang dua jabatan.

“Tapi tidak mundur dari menteri. Jawaban Jokowi ketika itu, karena waktu yang tinggal sedikit. Saya kira pernyataan itu punya makna mendalam,” ucap Emrus.

Direktur eksekutif EmrusCorner itu menduga Jokowi lewat pernyataan tersebut mengaku kedekatannya dengan Airlangga. “Jadi menyiratkan ada kedekatan sosilogis dan psikologis Jokowi dengan Airlangga,” ucapnya.

Fakta lainnya, lanjut Emrus, posisi Airlangga tidak seperti ketua umum partai politik lain yang terkesan menawarkan diri menjadi cawapres. “Dia (Airlangga) menjalankan politik Jawa, tenang-tenang saja. Tokoh semacam ini sangat nyaman bagi Jokowi,” pungkas Emrus. [jawapos]