Mengintip Profil Cagub Riau di Pilkada 2018 ini

Andi Suyatno

Peta Kekuatan Politik Pilkada Riau 2018

Artikel Pilkada 2018 – Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati, Walikota dan Gubernur serentak tahap kedua akan berlangsung 27 Juni 2018. Tak terkecuali Riau yang akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Baru.
Yang menjadi pertanyaan mendasar dan patut menjadi renungan adalah,apakah nama nama calon yang sudah mendapat rekomendasi Partai Politik dan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni empat nama Calon, Pasangan Arsyadjuliandi Rahman – Suyatno, Firdaus – Rusli Efendi, Syamsuar – Edi Natar dan Lukman Edi – Hardianto, sudah merupakan representasi dari harapan masyarakat Riau yang heterogen ?
Berikut Nama dan profil Ringkas Calon Gubernur Riau yang bakal “bertarung’ pada Pilkada Riau nanti.
1. Ir ARSYADJULIANDI RAHMAN MBA alias Andi Rahman, Lahir di Pekanbaru 8 Juli 1960, adalah seorang pengusaha sukses dan politisi Partai Golkar. Andi merupakan putra pasangan H. Abdul Rahman Syafei dan Hj,Asma Hasan asal Minangkabau Sumatera Barat. Ayah Andi merupakan pengusaha transportasi yang memiliki perusahaan Oto Bus (PO) Sinar Riau. Setelah menamatkan pendidikan SMPN 4 di Bukit Tinggi, Andi melanjutkan ke SMAN 1 Bukit Tinggi. Namun, kemudian diselesaikan di SMAN 3 Jogjakarta. Pendidikannya dilanjutkan ke Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta dan selanjutnya Meraih gelar MBA di Oklahoma City University Amerika Serikat. Andi merupakan pengusaha sukses yang memiliki banyak jenis usaha yang berbasis di Riau dibawah Gruf Riau Muda, Andi menguasai bisnis transportasi, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertambangan dan Perkebunan.
Kesuksesan Andi Rahman sebagai pengusaha tercermin dari pengumuman KPU Riauyang menyatakan Andi sebagai calon Gubernur terkaya, dengan kekayaan Rp.132 Milyar tunai. Selama bergelut di dunia usaha, Andi memimpin berbagai organisasi kewirausahawan, seperti Ketua Hiswana Migas Riau, Ketua HPMI dan Ketua KADIN Riau, sehingga mengantarnya sebagai Wakil Ketua KADIN Indonesia pada tahun 2009.
Selain berbisnis, Andi juga aktif di Partai Politik (Parpol) dan bergabung dengan Golkar, sehingga berhasil menduduki kursi DPR RI 2009 – 2014. Dan pada Pilkada Riau 2013 terpilih sebagai Wakil Gubernur Riau berpasangan dengan H.Anas Makmun. Nasib pun berkata lain, saat Anas Makmun terliibat kasus hukum, Andi pun melenggang ke kursi Gubri sisa jabatan 2013 – 2018.
2. DR H FIRDAUS S.T. , M.T.
Dr H Firdaus dilahirkan di Bangkinang, Kabupaten Kampar pada 2 Mei 1960. Putra pasangan Muhammad Datuk Bagindo Pado dan Hj.Siti Rufi’a. Dia merupakan Walikota Pekanbaru sejak 26 Januari 2012 berpasangan dengan Ayat Cahyadi politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memenangkan Pilkada langsung Pekanbaru 18 Mei 2011.
Namun, pada 24 Juni 2011 Mahkamah Konstitusi memerintahkan Pemilukada ulang Pekanbaru dan kemudian hasilnya pada 13 Juni 2011 MK menetapkan Firdaus-Ayat sebagai pemenang Pilkada ulang tersebut, setelah mengalahkan pasangan Septina Primawati – Erizal Muluk.
Pada 15 Agustus 2016, Firdaus resmi menyandang gelar Doktor (DR) setelah dikukuhkan dalam sidang promosi Doktor Ilmu Pemerintahan Program Pascasarjana Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bandung. Firdaus berhasil lulus DR dengan Yudisium Cum Laude dengan IPK 3.82 dan diwisuda pengukuhan di Kampus IPDN Jatinangor 7 Agustus 2016.
3. IR H MUHAMMAD LUKMAN EDY M.SI.
Ir H M Lukman Edy yang akrab disapa LE, dilahirkan di Teluk Pinang, Riau pada 26 November 1970. Pernah menjadi Menteri Percepatan Daerah Tertinggal pada kabinet Indonesia Bersatu menggantikan Syaifullah Yusuf pada reshufle kedua 9 Mei 2007.
LE adalah Sekretaris Jendral Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Karirnya politiknya termasuk cepat melejit, karena saat menjadi Menteri PDT usianya belum mencapi 37 tahun.
Namun, LE sudah terbiasa menjadi yang termuda di jenjang karir politiknya. Sejak dimulai dari karir organisasi di Universitas Brawijaya, Dia masuk Senat Mahasiswa ketika baru masuk semester satu.
cemerlangnya karir politik LE ketika reformasi baru bergulir di Riau, Dia langsung menjadi anggota DPRD Riau disaat usianya belum genap 28 tahun. Selanjutnya dipilih menjadi Ketua DPW PKB Riau dalam usia 29 tahun, sehingga menjadi Ketua DPW PKB termuda di Indonesia. Bahkan, karir LE berlanjut menjadi orang nomor dua di DPP PKB setelah Muhaimin Iskandar terpilih dalam Muktamar PKB 2005.
Dalam keterangan Pers nya saat itu, LE menyebut upayanya ‘merebut’ jabatan Sekjen PKB bukanlah pilihan mudah. Sebab Dia hanya orang daerah yang sama sekali belum mengenal medan Politik Jakarta. Dia juga banyak meninggalkan banyak hal di Riau, ketika insfrastruktur politik dan ekonomi sudah rapi dibangun.
Setahun menjadi Sekjen PKB, tawaran masuk kabinet Indonesia Bersatu pun muncul. Peluang menjadi Menteri akhirnya terbuka melalui Reshufle menjadi Menteri PDT menggantikan Syaifullah Yusuf yang pindah ke PPP.
4. DRS H SYAMSUAR M.SI.
Syamsuar dilahirkan di Jumrah, Bangko, Rokan Hilir pada 1 Juni 1954. Putra pasangan H.Wahi Abdullah (alm) dan Rahimah (alm).
Dari hasil perkawinannya dengan Hj.Misnami, Syamsuar memiliki 3 orang anak, yakni, M.Andri saat ini kuliah di Tekhnik Industri semester enam, M.Riski Saputra, santri di Pondok Pesantren Babussalam dan Zikri Bintani murid kelas empat SD.
Syamsuar yang merupakan mantan Camat Siak menjalani pendidikan SD di Jumrah, Bangko, SMP di Bagan Siapi Api dan SMA di Bengkalis. Usai itu Syamsuar melanjutkan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Pekanbaru, kemudian S1 Fisip Universitas Sumatera Utara (USU) dan S2 di Universitas Riau.
Dalam menapaki karir dan jabatan di Birokrasi, Syamsuar pernah menduduki jabatan Kasubbag Protokol dan Kasubbag Rumah Tangga Kabupaten Bengkalis, dan ajudan Bupati Bengkalis Johan Syarifuddin.
Selain itu, Syamsuar pernah dipercaya sebagai Sekcam Siak, Kabag Perlengkapan Pemda Bengkalis, Camat Siak, Camat Siak Barat, Asisteten I Pemkab Siak, Kepala DIspenda Siak dan Wakil Bupati Siak.
Selanjutnya, Syamsuar menjadi Wakil Kepala Dinas Kehutanan Riau, selanjutnya dimutasi menjadi Sekretaris KPU Riau dan Kepala Inspektorat.