Meutya Hafid Adakan Sosialisasi Pilar Kebangsaan

Andi Suyatno

meutya hafid garuda plaza

Sumaterazine – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Meutya Hafid berkerjasama dengan Hotel Garuda Plaza, Medan, Sumatera Utara mengadakan sosialisasi pilar kebangsaan, di ruang Rajawali A Hotel Garuda Plaza, Sabtu (02/06/2018).

Menurut Meutya Hafid, semakin banyaknya paham–paham yang dapat memecahbelah bangsa saat ini, sangat penting dan harus ditanamkan nilai–nilai pancasila dalam kehidupan sehari–hari, berbangsa dan bernegara.

Kata dia, masyarakat Indonesia khususnya anak–anak sangat rentan dengan provokasi negatif, untuk melakukan tindakan–tindakan yang mengandung ujaran kebencian, toleransi bahkan aksi terorisme.

“Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang harus tetap dijunjung tinggi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.”

“Oleh karena itu, pentingnya nilai–nilai pancasila dan rasa nasionalisme agar tidak mudah digoyahkan oleh segelintir orang atau kelompok tertentu,” tutur Meutya Hafid dalam sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di hadapan ratusan partisipan yang hadir.

Meutya mengimbau kepada ratusan masyarakat Sumatera Utara yang terdiri dari komunitas, guru, ormas, pemerintah dan berbegai elemen masyarakat, agar jangan percaya dengan adanya berita hoax dan konten–konten negatif yang memicu perpecahan.

“Bapak dan ibu jangan mau diadu domba oleh apapun dan siapapun. Harus dilihat dulu kebenaran berita atau faktanya. Karena ada orang-orang yang ingin menggoyahkan pancasila dan keberagaman kita.”

“Sudah banyak contoh di negara–negara lain, di mana negara tersebut hancur karena perang saudara.”

“Saya harap Bapak dan Ibu juga menyampaikan kepada sanak saudara, keluarga dan anak – anaknya agar bisa lebih bijak dalam menanggapi berita–berita di media sosial,” kata anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Sumatera Utara I, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi itu.

Ditambahkan Meutya bahwa sila–sila di dalam pancasila sudah disusun sesuai keberagaman yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kebhinekaan yang ada di negara kita, jangan sampai membuat kita terpecah belah. Saya yakin negara kita akan baik–baik saja dan teruslah memerangi apapun dan siapapun yang ingin merusak bangsa kita,” tandasnya.

Sosialisasi ini diikuti oleh guru, ormas, pemerintah, komunitas, berbagai elemen masyarakat Sumatera Utara. (Sumber)