Meutya Hafid, DPR Akan Pertimbangkan Panggil FACEBOOK Soal Keamanan Data Pengguna

Andi Suyatno

meutya hafid

Sumaterazine – Skandal penyalahgunaan 50 juta lebih data pengguna Facebook, sepatutnya menjadi perhatian juga bagi Indonesia. Sebab di negeri ini, termasuk salah satu negara dengan pengguna Facebook terbesar.

Menurut pakar industri digital, Daniel Tumiwa, persoalan ini merupakan permasalahan besar yang semestinya perlu ditindaklanjuti.

“Kok 2 minggu berjalan masalah ini, gak ada yang teriak. Buat saya ini isu besar,” katanya saat diskusi publik terkait skandal Facebook di Jakarta, Selasa (3/4).

Lebih lanjut Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, mendesak agar DPR memanggil perwakilan Facebook Indonesia. Pemanggilan itu untuk memastikan keamanan data pengguna Facebook di Indonesia.

“Menurut saya sebagai warga negara yang dilindungi, DPR harus memanggil Facebook Indonesia. Ini kan soal kedaulatan negara juga,” jelasnya.

“Apalagi ini mau masuk tahun politik. Untuk dasar pemanggilan Facebook Indonesia atas hal itu menurut saya sah-sah saja,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, mengatakan masih menimbang-nimbang untuk melakukan pemanggilan kepada Facebook. Sebab, banyak faktor yang menjadi pertimbangan.

“Memang dilema ya ini karena ranahnya swasta. Facebook membuat ikatan perjanjian sendiri dengan konsumen termasuk di Indonesia untuk privacy agreement. Saya tidak tau apakah ada poin yang dilanggar dalam kesepakatan tersebut atau memang kesepakatan yang dibuat melemahkan konsumen/pengguna layanan Facebook,” terang politisi Golkar ini ketika dihubungi melalui pesan singkat pada pekan lalu, Selasa (27/3).

Dikatakan Meutya, kemungkinan besar saat ini DPR tidak akan langsung memanggil Facebook Indonesia, tetapi meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk berkomunikasi dengan pihak Facebook Indonesia.

“Tentunya ini untuk mendapat penjelasan tentang ‘nasib’ data pengguna di Indonesia. Jika ditemukan ada yang janggal terhadap keamaan data pribadi bisa diberi teguran,” jelas dia.

Terkait hal itu, sejauh ini Kemkominfo telah menyampaikan permasalahan tersebut kepada Facebook Indonesia. Hal itu disampaikan langsung oleh Menkominfo Rudiantara. Pernyataan Menkominfo itu pun diamini oleh Daniel.

“Kalau Kemkominfo sendiri, saya tahu persis mereka gak duduk diam. Mereka bergerak dan lari kenceng. Komunikasi dengan Facebook Indonesia dilakukan terus. Mudah-mudahan Kemkominfo nanti sudah bisa memaparkan temuannya,” ungkapnya. [merdeka]