Pasca Ricuh Usai Laga Melawan PSM,Manajemen PSMS Medan Dituntut Mundur

Andi Suyatno

psms medan

Sumaterazine – Kericuhan suporter PSMS Medan usai laga kontra PSM Makassar di Stadion Teladan Medan, Senin (23/7/2018) malam, menyisakan kekhawatiran manajemen. Pasalnya tim Ayam Kinantan bakal terancam sanksi dari PSSI.

Manajemen PSMS, Selasa (24/7/2018), menggelar rapat evaluasi di sekretariat tim Kebun Bunga. Tak dipungkiri ada beberapa kerugian yang ditimbulkan akibat kericuhan tersebut.

“Kericuhan itu menjadi pembelajaran bagi kami untuk laga melawan Bali United supaya pertandingan berjalan aman dan lancar. Dalam pertandingan kemarin 2×45 menit tidak ada kendala dengan tim, tapi usai laga ada gesekan dari salah satu kelompok suporter, terutama PSMS fans Club,” kata sekretaris PSMS, Julius Raja.
Beberapa item rusak setelah peristiwa itu. Terutama aboard atau papan iklan dan pintu-pintu besi yang dijebol. Ini menjadi tanggung jawab manajemen.
“Aboard rusak ada sekitar 29 buah. Terus pintu-pintu juga. Masih ada waktu dua sampai tiga hari memperbaikinya sebelum lawan Bali United,” bebernya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi. Mereka berharap sanksi tak sampai partai usiran. Kami sudah sampaikan kronologis. Hasilnya hukuman dari mereka memang belum kami ketahui. Sudah berikan terperinci, karena secara keseluruhan pengamanan cukup baik. Tim tamu, tuan rumah, dan wasit juga pulang dengan selamat. Kami lakukan pendekatan, jangan sampai ada partai usiran atau main tanpa penonton,” harapnya.

Pria yang akrab disapa King itu menyadari jika kericuhan itu memuncak dikarenakan ingin ada revolusi di manajemen PSMS. Dia meminta fans bersabar karena diyakininya ada perubahan positif di bawah pelatih baru Peter Butler.

“Mereka minta perbaikan manajemen. Minta King mundur. Sekali lagi saya katakan mari bersikap dewasa. Saya siap mundur. Tapi harus melalui pak Kodrat (Pembina) atau pak Edy Rahmayadi (Penasehat). Saya mau mundur tapi bukan dari kelompok suporter. Kami kan sudah buat perbaikan tapi kok masih dirongrong,” bebernya. (Sumber)

Tags: