Pertemuan Aburizal Bakrie dan BJ Habibie Soal Pesawat R80

Andi Suyatno

Pertemuan Aburizal Bakrie dan BJ Habibie Soal Pesawat R80

Sumaterazine – Dua tokoh nasional yang sama-sama senior Partai Golkar yaitu mantan Presiden BJ Habibie dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) bertemu di Munchen Jerman. Keduanya membicarakan banyak hal, di antaranya adalah mengenai isu kesehatan Habibie dan pesawat rancangannya yaitu R80.

“Alhamdulillah beliau sehat dan segar bugar. Saya beberapa kali dapat broadcast soal kabar beliau sakit. Tapi setelah mengunjungi beliau di rumah beliau di Munchen, Jerman, ternyata beliau sudah sehat wal’afiat,” kata ARB di akun instagramnya @aburizalbakrie.id

Pertemuan Aburizal Bakrie dan BJ Habibie Soal Pesawat R80

Dalam foto yang diunggah ARB, tampak Habibie terlihat segar bugar dan bersenda gurau bersama ARB. Tampak mendampingi mereka berdua Senior Partai Golkar Fuad Hasan Masyhur. Mereka selain dijamu di rumah Habibie di Jerman juga diajak makan malam di restoran di Kota Munchen.

“Tadi kata Pak Habibe, beliau serasa terlahir kembali. Pak Habibie ngajak kami makan malam di Waldwirtschaft Mawi sambil ngobrol-ngobrol bukan saja soal kesehatan beliau, tapi juga kelanjutan R80, pesawat rancangan beliau yang pendanaannya melibatkan sumbangan rakyat Indonesia (crowdfunding),” turtur ARB.

Pertemuan Aburizal Bakrie dan BJ Habibie Soal Pesawat R80

Pesawat R80 adalah pesawat rancangan BJ Habibie yang akan diproduksi oleh PT Regio Aviasi Indonesia (RAI). Pesawat buatan anak bangsa ini membuka partisipasi masyarakat untuk patungan (crowdfunding) dalam pembiayaannya. Idenya seperti saat dahulu patungan membeli pesawat RI 1 Seulawah. Crowdfunding pesawat ini tercatat sudah berhasil mengumpulkan dana Rp9 miliar lebih.

Sementara saat ini meski baru tahap desain, sudah ada empat maskapai penerbangan RI yang memesan 155 unit pesawat R80 rancangan BJ Habibie. Empat maskapai domestik tersebut diantaranya NAM Air, Aviastar, Kalstar, dan Trigana.

ARB pun mengajak masyarakat untuk mendukung R80. Sebab pesawat seperti ini cocok dengan Indonesia sebagai negara kepulauan yang membutuhkan transportasi penghubung seperti pesawat. Apalagi pesawat bikinan bangsa sendiri.

“Kita semua harus mendukung R80, karena sebagai negara kepulauan untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah lain, harus dengan pesawat. Jadi baik bila kira memproduksi sendiri pesawat. Bukan saja karena kita bisa, tapi dampaknya besar bagi peningkatan lapangan pekerjaan,” jelasnya. [Sumber]