Stabilkan Harga Kelapa di Inhil Andi Rachman dan Wardan Akan Optimalkan BUMdes

Andi Suyatno

andi rachman vco

Sumaterazine – Calon gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman) dan calon bupati Indragiri Hilir HM Wardan bersepakat menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menstabilkan harga kelapa di Negeri Seribu Parit ini.

Kelapa menjadi salah satu komoditi utama di Indragiri Hilir (Inhil). Hampir 70 persen kehidupan masyarakat Inhil bergantung pada kelapa. Ketika harga kelapa turun, perekonomian masyarakat juga terganggu.

Cagub Riau nomor 4 Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman), mengatakan memang komoditi kelapa ini harganya mengikuti pasar dunia. Namun demikian, pihaknya punya solusi paling tidak agar disapiratas harga di pabrik dan di pedagang pengepul tidak terlalu jauh berbeda.

“Saya sudah ngobrol sama pak Wardan, Bupati Inhil non aktif. Kami sepakat untuk menghidupkan dan menggeliatkan koperasi dan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Mereka yang akan menjadi pembeli kelapa masyarakat,” ujarnya saat kampanye dengan masyarakat Kelurahan Pelangiran di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Minggu (20/5/2018).

Selain Wardan yang jadi juru kampanye pasangan nomor 4, juga hadir pada kegiatan tersebut yakni juga Ferryandi, Wakil Ketua DPRD Inhil dari Fraksi Golkar. Kemudian Ketua AMPG Inhil yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Inhil, Edi Sindrang. Serta Aprizon, calon legislatif (caleg) Partai Golkar dapil Inhil.

Andi Rachman melanjutkan dari hasil penelusuran pihaknya, harga kelapa jambul di pabrik saat ini sekitar Rp 2.200. Namun, pedagang pengepul membeli kelapa dari petani seharga Rp 900 per kilogram. Paling mahal Rp 1.000 per kilogram.
Disparitas harga yang terlalu jauh ini bisa diatasi dengan pembentukan koperasi atau BUMDes yang menggantikan peran pedagang pengepul.

BUMDes dan koperasi ini nanti yang akan beli kelapa petani dengan harga yang lebih baik ketimbang pedagang pengepul.

“BUMDes dan koperasinya hidup, warga terbantu. Kalau dikelola BUMDes, Kentungannya juga bisa untuk membangun desa,” ungkapnya.
Andi Rachman pun mengatakan pihaknya sudah menyiapkan anggaran hingga Rp 1 triliun untuk menghadirkan BUMdes di seluruh desa di Riau. Artinya ada satu BUMDes satu desa.

Sementara HM Wardan, Bupati Inhil non aktif mengatakan saat ini produksi kelapa di Inhil mencapai 5 juta ton per hari. Sementara kemampuan pabrik di Inhil menyerap kelapa ini maksimal 2 juta ton per hari.

“Nah, kita harus bisa membuat turunan dari produksi kelapa ini. Ada seratusan turunannya. Nanti BUMDes yang harus bisa mengembangkannya baik dari segi produksi dan pengemasan. Nanti kita minta bantu provinsi untuk mempromosikan dan memasarkan,” ujarnya.

Salah satu produk turunan itu di antaranya yakni Virgin Coconut Oil (VCO). Industri kecil ini harus digalakkan lagi dan pihaknya akan memikirkan untuk memasarkannya. (Sumber)